Penggunaan Watermark Pada Sebuah Foto. Pentingkah?

Dunia fotografi sudah dikenal lama oleh manusia sejak berpuluh-puluh tahun lamanya dan telah bermetamorfosa menjadi pekerjaan yang sangat menyenangkan. Tidak hanya profesional saja yang terjun dalam bidang ini bahkan seorang amatir pun bisa mempelajari fotografi. Ditambah lagi dengan masuknya kita ke era digital membuat fotografi menjadi terasa sangat mudah untuk digeluti.

Bagi para profesional, pekerjaan di dunia fotografi sangat menjanjikan jika melihat dalam konteks "uang". Foto yang sudah diambil kemudian dikumpulkan secara berkala, disortir mencari yang terbaik dan diletakkan dalam sebuah portofolio. Proses terakhir adalah kemudian ditawarkan kepada klien yang ingin membeli hasil foto tersebut. Tentu saja foto yang dihasilkan harus sesuai dengan kriteria dan keinginan klien seperti ketajaman, keindahan, warna yang menarik dan lain sebagainya.

Karena kita sudah berada pada dunia digital, membuat sebuah portofolio dengan tujuan untuk promosi memang sangat mudah untuk dilakukan. Hanya dengan membuat website khusus portofolio kita sudah bisa membuat bisnis fotografi sendiri. Tentu saja foto yang diunggah di website tersebut haruslah dengan kualitas terbaik dan tidak asal-asalan.

sumber : fstoppers.com
Namun, di sisi lain terdapat hal negatif jika kita mengunggah foto hasil jepretan kita ke website. Dengan mengunggah hasil foto kita ke website, sudah bisa dipastikan akan banyak yang melihat hasil karya kita dan akan memperbesar kesempatan foto kita dicuri oleh orang lain atau dalam istilah kerennya melanggar hak cipta. Oleh karena itu, banyak yang akhirnya memutuskan untuk menambahkan sebuah watermark pada semua foto.

Pertanyaannya? Pentingkah?

Mari kita kembali sejenak ke masa lalu. Sebelum adanya dunia digital, perusahaan publikasi ataupun organisasi menggunakan cetakan timbul atau stempel pada hasil cetakannya, tidak terkecuali cetakan foto. bhphotovideo.com (10/1/2018).

sumber : thestampmaker.com
So, kembali pada permasalahan diatas. Yaitu mengenai pencurian foto dari website-website di internet. Sebagai orang yang membuat sebuah karya, tentu saja kita akan berusaha keras melindungi hak cipta kita. Salah satunya dengan cara menggunakan watermark. Namun, penggunaan watermark tersebut bisa menimbulkan kesan tidak rapi atau jelek pada sebagian orang karena adanya tambahan objek (tulisan atau gambar) pada foto yang kita buat sendiri. Akhirnya klien tidak suka bahkan tidak tertarik sama sekali dengan foto tersebut walau hasilnya bagus.

Timbulah keragu-raguan, apakah membuat watermark atau tidak? Jika memakai watermark akan menimbulkan efek kurang rapi pada foto, sedangkan jika tidak menggunakan watermark kemungkinan besar orang akan mencurinya dan mengklaim foto tersebut adalah fotonya padahal sama sekali bukan. Banyak cara orang agar menghilangkan watermark yang kita buat, salah satunya dengan cara dicrop (jika watermark berada di pojok foto). Jadi, jika kita tidak mau foto kita dicuri oleh orang lain, cara yang paling mudah adalah dengan tidak mengunggahnya di internet. it's easy!

sumber : wccftech.com
Mungkin cara tadi terdengar konyol dan tidak masuk akal. Tapi perlu diingat bahwa kita ini sudah masuk dalam era digital dan teknologi canggih dimana kita dimanjakan dan dimudahkan dalam hal apapun terutama dalam perlindungan foto digital kita di internet. Kita bisa menggunakan google images dan berbagai macam aplikasi lainnya jadi seharusnya kita tidak usah khawatir jika foto kita dicuri.

Justru dari tidak menggunakan watermark pada foto, kita bisa juga mendapat keuntungan berlipat dari sini. Caranya dengan cara mempersilahkan orang lain untuk mengambil foto kita sesuka hati. Jika salah satu foto kita yang diambil, digunakan untuk kepentingan komersil dan kita mengetahuinya, kita bisa langsung mengklaim foto tersebut adalah hasil karya kita. Dengan catatan kita memang mempunyai data EXIF yang lengkap terhadap foto tersebut. Jika memang terbukti mencuri kita bisa saja menuntut si pencuri tersebut sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku. Lumayan tuh dapat uang banyak, buat beli gear baru.
Jadi kesimpulannya, pentingkah watermark dalam sebuah foto?
Yuuk. Sama-sama diskusi!!


Samsung Z2, Ponsel Pertama yang Memakai Sistem Operasi Tizen



Kehadiran Samsung Z2 Tizen seakan menjadi angin segar bagi perusahan teknologi dari Korea Selatan tersebut. Selama ini, Samsung menggunakan Android besutan Google untuk sistem operasi ponsel pintar dan tabletnya. Keberadaan sistem operasi Tizen seolah-olah mengukuhkan Samsung sebagai produesn perangkat elektronik papan atas dunia.

Meski ditargetkan sebagai ponsel menengkah ke bawah, Samsung Z2 sudah dibekali sejumlah fitur dan spesifikasi canggih. Sebut saja teknologi 4G LTE dengan slot dual SIM GSM. Samsung Z2 juga memiliki bodi berbahan plastik dan desain candybar dengan bagian setiap ujung yang membulat. Kemudian untuk layar, ponsel pintar ini mengandalkan materi TFT berukuran 4 inci dengan resolusi WVGA.

Di sekotor fotografi, Samsung Z2 Tizen mempunyai kamera utama 5 MP dan kamera depan VGA dengan lampu LED flash tersemat di bagian samping. Di bagian atas ponsel ada colokan audio 3,5 mm. Konektor microUSB yang ada di bawah ponsel berfungsi untuk menghubungkan gawai dengan sumber listrik.


Menyoal tentang spesifikasi hardware, Samsung Z2 sudah dilengkapi dengan Speadtrum SC98301 untuk chipset. Selanjutnya di sektor penyimpanan ada memori internal 8 GB dengan RAM 1 GB. Samsung juga menyematkan Cortex-A7 Quadcore 1,5 GHz dengan GPU Mali-400MP2 untuk menunjang grafisnya. Jadi wajar saja kalau kehadiran Samsung Z2 Tizen membawa napas baru yang menjanjikan bagi Samsung.

Apakah Pentingnya Kita Harus Mencetak Foto Seperti Jaman Dulu?

Pada saat kamera masih menggunakan film, kita tentu saja sering ke studio foto untuk mencetak hasil jepretan dari kamera, karena saat itu teknologi kamera digital masih belum ada. Orang tua kita ataupun orang yang dulunya masih menggunakan kamera analog tentu tidak asing dengan foto-foto yang tercetak dan di gabungkan dalam sebuah album. Mungkin sampai sekarang masih banyak yang menyimpan foto-foto kenangan tersebut. Saya pun juga masih menyimpan banyak sekali foto kenangan di album.


Memang sebenarnya sangat merepotkan jika kita kembali ke masa lalu dimana harus menggunakan kamera film dan harus ke studio foto untuk mencetak. Sungguh pekerjaan yang melelahkan. Namun seperti yang dilansir oleh petapixel.com (13/09/2017), Jelas terdapat nilai positif saat kita masih menggunakan kamera film sebagai hasil dari kita memotret, yaitu kita bisa terinspirasi dan terus kembali bersemangat untuk memotret. Karena berhubungan dengan masalah cetak mencetak foto berikut alasan penting kita harus melakukanya:

  • Menjadi Kenangan yang Tak Lekang Oleh Waktu

Dengan mencetak foto baik itu dari kamera digital maupun kamera analog, sudah bisa dipastikan kita telah mecetak sebuah kenangan saat itu juga. Mau berapa lama kita hidup, berapa banyak jenis kamera yang kita miliki, foto yang tercetak itu akan bisa kita lihat sewaktu-waktu bahkan masih bisa dilihat oleh anak cucu kita.

  • Menjadi Pelajaran Bagi Fotografer Pemula

Terdapat beberapa alasan mengapa menggunakan kamera analog adalah cara yang paling tepat bagi fotografer pemula. Kamera analog tentu saja harus dilakukan proses pencetakan foto untuk melihat hasilnya, begitu juga dengan kamera digital (jika mau mencetak). Pencetakan foto dari kedua kamera yang berbeda ini akan membuat fotografer pemula bisa belajar dimana letak kesalahannya dan memaksa bagaimana bisa menghasilkan foto yang lebih bagus lagi.

  • Menyenangkan Batin

Koleksi foto seperti jaman digital saat ini disebut sebagai stock foto dimana kita bisa menyimpan berbagai macam karya foto kita diberbagai platform seperti blog, hardrive, laptop, dan lainnya. Tapi saat kita memiliki banyak sekali foto karya sendiri dalam bentuk fisik, tentu saja akan terkesan bahwa ternyata kita bisa juga menjadi seorang fotografer dan rasanya memang menyenangkan. Oleh karena itu batin dari dalam diri kita akan terbentuk dan mental akan menjadi kuat

  • Membuat Hasil Karya Menjadi Lebih Hidup

Hanya dengan memandangi layar komputer atau laptop dari hasil karya foto kita, tentu saja akan terasa sangat membosankan karena kita tidak bisa memindahkan foto itu ketempat yang kita mau. Lain halnya saat kita mencetak foto, kita bisa meletakkan foto itu dimana saja kita mau dan ukuran yang kita inginkan. Tentu dengan mencetak foto karya kita bisa dilihat oleh orang dan terkesan lebih hidup.

Sumber : https://petapixel.com/2016/05/03/6-reasons-printing-photos/

WAJIB! Resapi 5 Quotes Terkenal ini Sebelum Menjadi Fotografer


Apa yang ada dalam pikiranmu kalau mendengar kata fotografi? Memotret? Sudah jelas itu, fotografer terkenal? Of course, kemera-kamera mahal? Oouuw bisa iya bisa juga enggak. Kenapa? Karena foto bagus tidak harus selalu dihasilkan oleh kamera mahal kan?

Fotografi sudah ada sejak dahulu kala saat orang belum terlalu banyak yang mengenal namanya teknologi. Bahkan foto pertama yang dihasilkan gambarnya bisa dibilang sangat buruk, dengan catatan “Jangan dibandingkan teknologi saat ini”. Bidang seni ini banyak sekali menghasilkan fotografer-fotografer berbakat yang terkenal dengan hasil karyanya yang crispy, yaami dan tentu saja mahal jika ada yang mau membelinya.

Dari fotografer-fotografer terkenal itu akhirnya mereka bisa menghasilkan kata-kata mutiara (quotes) bagi orang-orang yang ingin mengikuti jejak-jejak kesuksesan di dunia fotografi. Siapa sajakah dia?


1. Your first 10.000 photographs are your worst



Kata dari Henri Cartier Bresson yang menyebutkan bahwa 10.000 foto pertamamu adalah yang terburuk. Bukan berarti kamu harus memotret sebanyak 10.000 foto dengan objek yang sama donk.

2. The Best Camera is the One that You Have With You



Chase Jarvis bener loh, jangan kayak anak mama yang dikit-dikit minta beli kamera mahal padahal sudah punya walaupun itu kamera biasa yang tidak terlalu bagus. Hargai apa yang kamu punya dan maksimalkan kamera yang kamu punya itu.

3. You Cannot Depend on Your Eyes When Your Imagination is Out of Focus



Jangan percaya sama matamu kalau imajinasimu gak begitu bagus, suram, gak fokus dan sebagainya. Ini membuktikan kalau imajinasi lebih dari segalanya. Hmmm, kata-kata yang sungguh masuk akal dari Mark Twain

4. A Good Photograph is Knowing Where to Stand



Penempatan yang baik akan menghasilkan foto yang luar biasa. Begitu kan maksudnya om Ansel Adams? Jangan memotret matahari terbenam di dalam hutan belantara karena pasti gak akan kelihatan.

5. Sometimes the Simple Pictures are the Hardest to Get



Mengapa gambar simpel justru gambar yang tersulit untuk diambil? Karena kita selalu meremehkan sesuatu yang mudah dan simpel. Anggap saja kata “simpel” itu adalah musuh bebuyutanmu, pasti jadi mudah. Neil Leifer

Tentu saja quotes hanyalah sebuah quotes, jika tidak ada niatan untuk memotret quotes tadi hanyalah sebatas tinta diatas kertas yang tidak ada apa-apanya. Lebih baik memotret daripada kameramu berjamur dan berdebu. 

Beberapa Alasan Kamu Gak Usah Beli DSLR di Tahun 2017



This is pure my opinion. Benar-benar pendapat pribadi, jadi kalau gak ada yang setuju ya maap. Namanya juga opini kan bebas? Hehehee.

Oke seperti judul di atas kenapa sih kamu gak perlu lagi beli DSLR? Perusahaan-perusahaan kamera pada akhir-akhir ini saling bersaing untuk menciptakan kamera-kamera canggih yang mampu memebrikan kepuasan kepada para pecinta fotografi. Dulu, kembali beberapa tahun sebelumnya pasar kamera selalu didominasi sama Nikon dan Canon untuk keluaran kamera DSLR-nya. Tapi sekarang, Nikon dan Canon mulai disaingi oleh sebut saja Sony, Fujifilm, Panasonic, Leica dll. Untuk kamera jenis apa? Apalagi kalau bukan kamera Mirrorless.

Seperti dilansir oleh photographylife.com kamera mirrorless adalah jenis kamera yang tidak memiliki sistem pemantulan cahaya melalui cermin melainkan langsung menuju sensor. Kita mengetahui kalau kamera DSLR memiliki bagian yang disebut cermin prisma yang memantulkan cahaya dari lensa ke viewfinder. Lalu, apa sih menariknya kamera mirrorless ini? Berikut pandangan saya :

1. Lebih Ringan dan Ringkas

Tidak seperti DSLR, kamera mirrorles selalu memiliki body dan dimensi yang lebih kecil dibandingkan dengan kamera DSLR Mengapa seperti itu? Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa kamera mirrorless tidak memiliki cermin prisma melainkan menggunakan viewfinder elektronik. Karena absennya cermin prismatik di mirrorless inilah yang membuat kamera ini ringan dan ringkas. Jadi, lebih enak kalau dibawa sambil travelling.

2. Kualitas Gambar Tidak Kalah Dengan DSLR

Sekarang teknologi sudah sangat maju, bahkan sangat cepat terutama teknologi sensor pada kamera. Dulu nih, orang memilih kamera DSLR karena tertarik dengan kualitas gambar yang dihasilkan, tajam, crunchy dan segar untuk dilihat. Untuk saat ini, jajaran mirrorless jelas tidak mau kalah kalau untuk masalah kualitas gambar. Ambil contoh saja pada kamera mirrorless Sony a5000 yang punya resolusi 20,1 MP dan bandingkan pada kamera canon 500d yang hanya memiliki resolusi 15,1 MP saja.

3. Multifungsi

Kamera memang mayoritas digunakan untuk memotret, namun akhir-akhir ini kamera sudah difungsikan juga untuk merekam video. Seperti pembuatan video pribadi (vlog) maupun komersial yang saat ini sangat digandrungi oleh pemuda-pemudi di Indonesia bahkan di dunia. Tentu saja dengan ukuran yang kecil dibanding DSLR, pembuatan video jadi jauh lebih mudah dan tidak mudah capek bagi yang menggunakannya. Kalau bikin vlog memakai kamera DSLR memang masih bisa namun pasti bisa dipastikan akan sangat melelahkan. J

4. Harga Terjangkau

Kamera kecil, kualitas gambar mumpuni dan sangat ergonomic pasti akan membuat kamera mirrorless memiliki harga selangit. Bisa iya bisa juga tidak. Untuk kamera Sony a5000 yang memiliki resolusi 20,1 MP dibanderol dengan harga 5 juta dalam kondisi baru, yang untuk kisaran harga segitu bisa dibilang masih sangat ekonomis.

KESIMPULAN

Dari penjelasan saya diatas, kemampuan mirrorless sudah sangat menyaingi kamera DSLR baik itu ukuran, kualitas gambar maupun harganya. Namun tentu saja kita harus menimbang-nimbang dan memikirkan matang-matang sebelum membeli kamera. Untuk apakah kita membeli kamera? Mau memotret apa nantinya dan berapa budget yang kita punya. Kalau memotret pemandangan saat trevelling sih cocok banget kalau pakai mirrorless, karena ringan, ringkas dan mudah masuk kantong (rekomendasi sony a5000, a5500 untuk harga terjangkau). Namun kalau masuk ke dunia komersial dan tetap mau kamera mirrorless pakai saja Sony a7R, Fujifilm XT-10, Lumix GH5 tapi jelas harganya selangit.
Apa teman-teman punya alasan lain? Apakah akan tetap memakai mirrorles atau tetap setia dengan DSLR?



Pegang-pegang – Review Kamera Iphone 5s Untuk Fotografi


Stay Hungry and stay foolish, sebuah kata ajaib dari seseorang yang sangat terkenal didunia. Apakah kamu tau? Yees, dia adalah Steve Jobs. So, mari kita bahas salah satu produk dari apel digigit ini. #yangtergigitjadiapa? Sebuah perusahaan Gadget terkemuka didunia bernama Apple pada tahun 2013 meluncurkan iPhone 5s untuk menggantikan pendahulunya yaitu iphone 5 dan iphone 5c. Dari seri pegang-pegang kali ini aku tidak membahas secara rinci apa aja sih yang ada di iphone 5s ini, tapi pembahasan akan mengarah, mengerucut, atau menjurus ke kamera. So, lets make it AAW!!

- Kamera iSight 8 MP dan Facetime 1,2 MP

Suka selfie, suka selfie? Ato gak suka selfie tapi pernah selfie? Yaaap, markimul (mari kita mulai) dar sisi kamera facetime iphone 5s. Kamera depan iphone 5s diberi nama kamera facetime karena lebih mengutamakan selfie wajah seseorang atau banyak orang. La wong condongnya kan ke wajah makanya namanya Face, kalau ke dada kan namanya Chest time. Hehehe.. Berbeda dengan pendahulu sebelumnya yaitu iphone 5 dan 5c yang memiliki pixel 1,75 µm sedangkan untuk iphone 5s sendiri memiliki pixel sebesar 1,9 µm. Yang artinya iphone 5s lebih bagus dalam kondisi kurang cahaya atau low light.

Sedangkan untuk kamera belakang gak kalah ciamik dari kamera depannya. Dukungan kamera iSight 8 MP memungkinkan kita mengambil gambar dengan baik dan tajam dengan bukaan rana atau apperture sebesar f/2.2. Penggemar bokeh akan senang sekali kalau memakai hp ini. Serius deeh!



-Sensor yang Lebih Besar

AAAAWWW.. Sensor iphone 5s jauh lebih besar daripada pendahulunya, gak usah dikasihtau lagi pendahulunya kan? Ukuran sensor yang dimasukan di iphone ini mengalami peningkatan sebesar 15%. Hasilnya ukuran pixel akan meningkat yang sebelumnya 1,4 mikron menjadi 1,5 mikron. Jadi semakin besar ukuran sensornya maka peningkatan ketajaman gambar akan ikut meningkat pula, ditambah kalian gak usah mengkhawatirkan noisenya, udah jelas pasti jauh berkurang. Mengerti?  

- FlashTrue Tone

Memotret ditempat kurang cahaya (low light) bagi para fotografer itu salah satu momok yang menyebalkan, karena akan memaksa fotografer menyiapkan cahaya buatan yang lain seperti lampu, lilin, petromak, dan nasi goreng. Yang terakhir abaikan. Namun bagi para pecinta selfie hal itu bukan menjadi hal yang menyebalkan, karena dengan menggunakan iphone 5s semua bisa diatasi. Dengan adanya fitur True Tone Flash atau flash dua warna ini akan membuat gambar lebih natural jika dalam kondisi low light. Pada kamera belakang memiliki dua lampu flash yang berbeda yaitu berwarna putih dan kuning, hal ini diadaptasi pada kondisi banyak cahaya matahari atau natural light.

- Image Stabilization

Image stabilization adalah kemampuan kamera dalam mereduksi/mengurangi getaran saat mengambil gambar. Hal itu juga yang dimiliki kamera di iphone 5s. Dengan adanya IS ini kita gak usah khawatir gambar akan goyang saat kita memotret saat berkendara misalnya, atau memotret pas lagi naik kuda.
sumber : www.hardwarezone.co.id

Kesimpulan

So, sobat Aaw bagi kalian penggemar atau pecinta fotografi namun tidak punya duit untuk membeli kamera, mungkin pilihan untuk menggunakan Handphone ini merupakan pilihan yang tepat mengingat untuk harga HP ini gak lebih dari 5 juta. Ditambah dengan fitur-fitur lainnya selain kamera yang mendukung kemudahan berkomunikasi. Jadi sekian dulu untuk seri pegang-pegang kali ini. Ditunggu seri pegang-pegan lainnya, yang jelas masih seputar kamera ya. KLIK, AAAW!! 

Makan Mie Banting di Cafe Kece


Halo gaaaaaaayyyyys...Eeeh kok gak enak gitu ya manggilnya? Hahahaa..

Okee kita ulang

Halo guuuuuuuuyyys... Naah kan lebih enak didengar. Jadi untuk cerita kali ini aku akan membawa kalian ke dimensi lain dari blog ini. Bah macam film fiksi ilmiah aja aku ini? Tapi bener looh, aku akan membawa kalian ke dalam sebuah cerita tentang sebuah tempat makan yang kece di kota Malang. Jadi ini adalah cerita pertamaku di blog ini yang ngebahas makanan. Okee lanjuutt..

Kota Malang dalam beberapa tahun kebelakang sudah menjadi tujuan/destinasi wisatawan men, entah itu lokal, mancanegara, manca tutul, manca putih. Apa sih? Kenapa aku bilang begitu? Iya jelas lah la wong kota Malang sekarang jadi tambah ramai kok, apalagi kalo udah menjelang weekend atau libur panjang gitu. Itu gak lepas dari makin bertambahnya dan berkembangnya tempat wisata yang ada di Malang dan sekitarnya

Bukan hanya dikenal sebagai kota apel, kota Malang juga sangat dikenal dengan kota pelajar. Bisa dilihat dari beberapa Universitas unggulan disini yang sudah menjadi Universitas terbaik di Indonesia. Jadi ya jangan heran lah ya kalo Malang itu tambah rame.

Naaah, terus apa hubungannya dengan judul diatas?

Kan tadi aku udah bilang siih? Masa gak baca? Coba cerdas dikit napa? Nanya mulu iih kayak tetangga baru. Becanda guys, maklum terbawa semangat. Pasti ada hubungannya lah dari kota Malang yang rame dengan makan mi di Cafe kece. Semakin tinggi penduduk di kota Malang maka jumlah gelandangan cafe atau sejenisnya akan meningkat pula. Itu berarti terdapat hubungan yang positif dengan tingkat persentase nilai.............*stooop sampe disini, pusing mikir pelajaran statistik*

Itu berarti makin banyak pula persaingan untuk membuat bisnis tempat makan yang ada di kota ini. Naah, salah satunya yaa di cafe ini yang menyediakan sejumlah makanan dim sum yang rasanya juga kece sekece kecenya. Weeeenaaaak!!

Berada di jalan Soekarno Hatta yang emang banyak sekali restoran-restoran dan cafe-cafe unik yang tersedia disana. Mau apa aja tersedia disana?
 
Noodle inc.Mie dim sum


Makanan dari bebek? Ada

Dari ayam ada? Ada

Mie-mie an ada? Ada

Steak? Ada

Cabe-cabean? Aa...aku gak tau kalo itu, belum nyoba.. Ngahahahaa

Salah satu tempat kaporitku untuk makan disana adalah cafe/tempat makan yang bernama Noodle.inc mie dim sum. Sumpah ini bukan endorse, promosi atau cerita bayaran. Ini kutulis karena emang aku suka dengan makanannya. Ditempat ini emang kelihatan banget kalo makanan yang disajikan berupa mie dan dim sum.
 
Tempatku makan
“Dim Sum tu apaan sih bang?”

Jadi Dim Sum itu adalah seseorang bernama Dimas yang sedang makan Sum-sum sendirian di sebuah restoran, lalu temannya datang dan manggil dia “DIM, lagi makan apaan?” dia menjawab “Ini makan SUM-SUM” jadilah DIM SUM.

Taaaaik Ndree...Ndree..

Oke-oke itu aku ngayal banget. Sory guys kalo aku ngaco. Aku emang gitu orangnya. Ya jadi dim sum itu bisa dibilang makanan yang berasal dari China (kalo gak salah, kalo salah ya maap) seperti bangsa bakpao, siomay, bakpao dan lain-lainnya. Kok bakpaonya 2 kali? Iya karena aku suka bakso. Apaan siiik? T.T

Tapi sebelumnya aku mau minta maap lagi ke kalian men karena aku pas kesana lupa bawa kamera dan aku motret hanya pake kamera biasa. Jadi gambarnya agak mirip-mirip seperti masa depan kalian para pembaca blog ini. Ngebluuur dan gak jelas. *ngacir ke bulan*

Baru sampe di depan pintu cafe itu aku langsung disambut sama mas pelayannya yang ramah dan menggemaskan. Eh gak, yang terakhir jangan hiraukan. Aku dikasih daftar menu makanan yang berukuran jumbo. Disitu aku sempat mikir? Buat apa segede ini daftar menunya? Semoga aja makanannya juga seukuran jumbo, pas aku buka eh ternyata bukan. Ternyata makanannya banyak dan sengaja dibikin gede biar gambar sama tulisannya muat semuanya dalam satu buku. It’s oke laah, gak ada masalah buatku.Hehehee..


Menu 1

Menu 2


Karena aku orangnya suka keterlaluan kalo makan maka siang itu aku putuskan untuk memutuskan untuk memesan mie aja satu sama es Milo. Lah katanya makannya keterlaluan, kok cuma itu donak? Yeee.. suka-suka aku lah mau makan apa, dasar lu jerawat kingkong. Akhirnya aku pesan 2 Mie Tarik Tofu (of course aku gak sendirian) dan minumannya es Milo sama Es Ginger.
 
Hmmmmm... Jadi lapaar

Penampakan Mie tarik yang aku pesan


Pertama kali aku kesini membuatku sangat linglung dan gak tau harus pesan apa, ya iyalah wong gak pernah makan disitu. Tapi setelah pesan dan sambil ngeliat-liat suasana kafenya pandanganku tertuju pada sebuah isi rok cewek atraksi para kokinya yang membuat mi yang awalnya berupa adonan besar menjadi adonan kecil-kecil yang panjang. Di tekan-tekan, banting-banting, tarik-tarik dan begitu seterusnya sampe dimasak. Disitulah aku paham kenapa kok disebut Mie tarik, ya karena mienya ditarik-tarik dan dibanting, kalo di lindes truk ya jadinya mie lindes truk. Gimana sih nyet?
 
Gini cara mas kokinya bikin mie (hanya ilustrasi)
Gak bawa kamera bagus + gak motret kokinya narik-narik mie, merupakan perpaduan kegoblokan yang sempurna bagiku saat itu.

Pesanan datang setelah beberapa menit menunggu. Ini salah satu yang kusuka dari cafe ini, karena kita gak perlu nunggu terlalu lama buat makanan datang. Kenapa bisa gitu? Ya karena saat itu lagi sepi pengunjung.

Di dalam satu porsi mie tarik ini terdapat mie *ya iyalah, potongan-potongan tahu kecil yang buuanyaak, daging ayam dan pelengkap seperti timun serta sawi. Yang paling enak dari mie yang kupesan ini adalah kuah yang benar-benar kental dan rasanya manis-manis menakjubkan. Apalagi ditambah aku suka pedas yang bikin rasanya makin tak tertahankan. Kayak cewek yang lagi horny sendirian. Waktunya makan!

*Lagi Makan*

*1 jam kemudian*

Habis makan udah pasti kenyang. Gak perlu makan sepiring penuh nasi dan bermacam-macam lauk kalo cuma mau kenyang. Makan seporsi mie tarik aja perut udah cukup terisi sampai penuh. Syukuri aja apa yang bisa kamu makan saat itu dan kalo bisa jangan sampe disisakan sedikitpun makanan dipiringmu. #halaah

Tetap makan ya men dan jangan lupa dihabiskan.

Byeeee...


Keep Simpel