Penggunaan Watermark Pada Sebuah Foto. Pentingkah?

22.07.00 www.andreasgrey.blogspot.com 0 Comments

Dunia fotografi sudah dikenal lama oleh manusia sejak berpuluh-puluh tahun lamanya dan telah bermetamorfosa menjadi pekerjaan yang sangat menyenangkan. Tidak hanya profesional saja yang terjun dalam bidang ini bahkan seorang amatir pun bisa mempelajari fotografi. Ditambah lagi dengan masuknya kita ke era digital membuat fotografi menjadi terasa sangat mudah untuk digeluti.

Bagi para profesional, pekerjaan di dunia fotografi sangat menjanjikan jika melihat dalam konteks "uang". Foto yang sudah diambil kemudian dikumpulkan secara berkala, disortir mencari yang terbaik dan diletakkan dalam sebuah portofolio. Proses terakhir adalah kemudian ditawarkan kepada klien yang ingin membeli hasil foto tersebut. Tentu saja foto yang dihasilkan harus sesuai dengan kriteria dan keinginan klien seperti ketajaman, keindahan, warna yang menarik dan lain sebagainya.

Karena kita sudah berada pada dunia digital, membuat sebuah portofolio dengan tujuan untuk promosi memang sangat mudah untuk dilakukan. Hanya dengan membuat website khusus portofolio kita sudah bisa membuat bisnis fotografi sendiri. Tentu saja foto yang diunggah di website tersebut haruslah dengan kualitas terbaik dan tidak asal-asalan.

sumber : fstoppers.com
Namun, di sisi lain terdapat hal negatif jika kita mengunggah foto hasil jepretan kita ke website. Dengan mengunggah hasil foto kita ke website, sudah bisa dipastikan akan banyak yang melihat hasil karya kita dan akan memperbesar kesempatan foto kita dicuri oleh orang lain atau dalam istilah kerennya melanggar hak cipta. Oleh karena itu, banyak yang akhirnya memutuskan untuk menambahkan sebuah watermark pada semua foto.

Pertanyaannya? Pentingkah?

Mari kita kembali sejenak ke masa lalu. Sebelum adanya dunia digital, perusahaan publikasi ataupun organisasi menggunakan cetakan timbul atau stempel pada hasil cetakannya, tidak terkecuali cetakan foto. bhphotovideo.com (10/1/2018).

sumber : thestampmaker.com
So, kembali pada permasalahan diatas. Yaitu mengenai pencurian foto dari website-website di internet. Sebagai orang yang membuat sebuah karya, tentu saja kita akan berusaha keras melindungi hak cipta kita. Salah satunya dengan cara menggunakan watermark. Namun, penggunaan watermark tersebut bisa menimbulkan kesan tidak rapi atau jelek pada sebagian orang karena adanya tambahan objek (tulisan atau gambar) pada foto yang kita buat sendiri. Akhirnya klien tidak suka bahkan tidak tertarik sama sekali dengan foto tersebut walau hasilnya bagus.

Timbulah keragu-raguan, apakah membuat watermark atau tidak? Jika memakai watermark akan menimbulkan efek kurang rapi pada foto, sedangkan jika tidak menggunakan watermark kemungkinan besar orang akan mencurinya dan mengklaim foto tersebut adalah fotonya padahal sama sekali bukan. Banyak cara orang agar menghilangkan watermark yang kita buat, salah satunya dengan cara dicrop (jika watermark berada di pojok foto). Jadi, jika kita tidak mau foto kita dicuri oleh orang lain, cara yang paling mudah adalah dengan tidak mengunggahnya di internet. it's easy!

sumber : wccftech.com
Mungkin cara tadi terdengar konyol dan tidak masuk akal. Tapi perlu diingat bahwa kita ini sudah masuk dalam era digital dan teknologi canggih dimana kita dimanjakan dan dimudahkan dalam hal apapun terutama dalam perlindungan foto digital kita di internet. Kita bisa menggunakan google images dan berbagai macam aplikasi lainnya jadi seharusnya kita tidak usah khawatir jika foto kita dicuri.

Justru dari tidak menggunakan watermark pada foto, kita bisa juga mendapat keuntungan berlipat dari sini. Caranya dengan cara mempersilahkan orang lain untuk mengambil foto kita sesuka hati. Jika salah satu foto kita yang diambil, digunakan untuk kepentingan komersil dan kita mengetahuinya, kita bisa langsung mengklaim foto tersebut adalah hasil karya kita. Dengan catatan kita memang mempunyai data EXIF yang lengkap terhadap foto tersebut. Jika memang terbukti mencuri kita bisa saja menuntut si pencuri tersebut sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku. Lumayan tuh dapat uang banyak, buat beli gear baru.
Jadi kesimpulannya, pentingkah watermark dalam sebuah foto?
Yuuk. Sama-sama diskusi!!


0 komentar: